7ZJVxYpP73xFNwgvl9KZ6GwZxjvOg0PGqbGIXnni

Daftar Lengkap Istilah Keren Dalam Bahasa Intelektual

bahasa, intelektual


  1. Aliansi: persekutuan/perserikatan
  2. Analogi: persamaan
  3. Animo: Hasrat,keinginan,perhatian atau sambutan yang hangat.
  4. Anomali: penyimpangan
  5. Antologi: kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang
  6. Antologi: kumpulan karya tulis pilihan dr seorang atau beberapa orang pengarang
  7. Asimilasi: individu mengubah lingkunganya untuk disesuaikan dengan dirinya.
  8. Aspirasi: kehendak atau keinginan yang keras untuk mendapatkan sesuatu lebih jelas lagi/kehendak atau keiinginan untuk maju.
  9. Attitude: sikap / perilaku
  10. Autodidak: mendidik diri sendiri tanpa bantuan orang lain (guru).
  11. Boikot: melawan dengan cara tidak mau bekerja sama dengan berhubungan.
  12. Budget: anggaran
  13. Debat: suatu pertukaran,pandangan yang dilakukan oleh orang yang mempunyai pandangan berbeda.
  14. Defensif: sikap pembelaan/sikap bertahan
  15. Demagogi: penghasut yang pandai berpidato
  16. Deviasi: penyimpangan
  17. Didaktik: hukum-hukum untuk menanamkan pengetahuan kepada muridnya.
  18. Dikotomi: pembagian dalam dua bagian
  19. Diktator: Orang yang memerintah dengan kekuasaan yang tidak terbatas.
  20. Distorsi: berubah/penyimpangan
  21. Dogma: pokok ajaran (tentang kepercayaan dsb) yg harus diterima sbg hal yg benar dan baik, tidak boleh dibantah dan diragukan: keyakinan tertentu
  22. Doktrin: ajaran
  23. Efektif: Tepat pada sasaran,mempunyai akibat yang tepat.
  24. Efisien: Dengan tenaga dan biaya yang tersedia mendapat hasil sebesar-besarnya.
  25. Eksekusi: pelaksanaan
  26. Elektabilitas: kepemilihan
  27. Elite: golongan atas/kaum atasan
  28. Emphaty: kesanggupan dapat meneliti dengan baik kesulitan-kesulitan orang lain.
  29. Empiris: bentuk pengalaman yang diperoleh melalui penghayatan.
  30. Enigma: orang atau sesuatu yang merupakan teka-teki.
  31. Eskalasi: perluasan/peningkatan
  32. Exogen: faktor dari luar.
  33. Expresi: pernyataan jiwa dengan bermacam-macam bentuk.
  34. Fakta: peristiwa,kejadian,berita bukti,kenyataan.
  35. Faktor:sendi,sesuatu hal yang mempunyai pengaruh untuk menentukan bentuk suatu kejadian.
  36. Fantasi: Daya jiwa untuk menciptakan tanggapan-tanggapan yang baru berdasarkan tanggapan-tanggapan yang ada.
  37. Faqih: orang,tokoh yang ahli dalam ilmu fikih.
  38. Fatsoen: kesopanan.
  39. Feeling: perasaan.
  40. Fenomena: suatu fakta,peristiwa atau keadan yang dapat diamati gejala.
  41. Figur: tokoh.
  42. Fiksi: sesuatu yang diangap benar pada hakekatnya tidak benar.
  43. Fiktif: bersifat fiksi,palsu.
  44. Filosof: orang yang ahli pikir.
  45. Fiqih: suatu ilmu yang membahas tentang hukum atau perundangan islam, berdasarkan Al-Quran,Hadits,Ijma’,dan Qiyas.
  46. Fisiognomi: Melihat watak seseorang dari bentuk dan ciri-ciri wajah.
  47. Fixed plan: rencana yang pasti.
  48. Follow Up: tindak lanjut.
  49. Fondamen: dasar.
  50. Force: kekuatan.
  51. Formatur: pembentukan.
  52. Formula: rumusan.
  53. Freedom: Kebebasan,kemerdekaan.
  54. Fundamental: bersifat dasar (pokok): mendasar
  55. Fundamentalisme: paham yg cenderung untuk memperjuangkan sesuatu secara radikal
  56. Gengsi: kehormatan danpengaruh karena perbuatan-perbuatan besar.
  57. Guidance: bimbingan.
  58. Guide: petunjuk.
  59. Habit:suatu kebiasaan yang dapat mempengaruhi sikap jasmani dan rohani.
  60. Hakekat: kebenaran,kenyataan yang sebenarnya.
  61. Harmonis: selaras,sepadan.
  62. Hegemoni: menguasai/dominasi
  63. Hipotesa: dugaan sementara,jawaban sementara.
  64. Hyper: berlebih-lebihan.
  65. Ideal: Cita-cita,impian hidup utama yang diangan-angankan.
  66. Ideologi: cit-cita yang merupakan salah satu sistem politik,faham kepercayaan.
  67. Idiom: jalan bahasa,bahasa yang istimewa terdapat pada suatu golongan.
  68. Image: gambaran,cerminan,bayangan.
  69. Implikasi:mengandung,berisi sesuatu.
  70. Implisit: tersirat.
  71. Improvisasi: kemahiran spontan tanpa dipelajari dan tanpa persiapan terlebih dahulu.
  72. Impulsif: suatu masa akan mudah memberi respons terhadap atau stimulus yang diterimanya.
  73. Indikasi: petunjuk
  74. Indikator: penunjuk
  75. Inovasi: pembaharuan
  76. Insentif: bonus
  77. Integritas: kejururan
  78. Invansi: serbuan/penyerbuan
  79. Justifikasi: pembenaran/dasar pembenaran
  80. Kapabilitas: kemampuan/kecakapan
  81. Kemampuan pedagogik: kemampuan mendidik
  82. Kolega: teman sejawat (kata benda)
  83. Kolegial: teman sejawat (kata sifat)
  84. Kolektif: bersama-sama
  85. Komparasi: perbandingan
  86. Kompeten: mampu
  87. Kompetensi: kemampuan
  88. Komprehensif: luas/meliputi banyak hal/pemahaman
  89. Konspirasi: kongkalikong/sekongkol/persekongkolan
  90. Konstitusi: Undang-Undang
  91. Kontinuitas: kelanjutan
  92. Konvensi: rapat/persetujuan
  93. Kredibel: sikap dapat dipercaya
  94. Kredibilitas: kepercayaan
  95. Kultur: budaya
  96. Legalisasi: pengesahan/pengabsahan
  97. Legitimasi: hak kekuasaan
  98. Loyal: sikap sungguh-sungguh
  99. Loyalitas: kesungguhan
  100. Mekanisme: alat/cara
  101. Ontologi: cabang ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup
  102. Otoritas: wewenang
  103. Otoriter: sewenang-wenang
  104. Paradigma: cara berfikir
  105. Plural: majemuk
  106. Potensi afektif: potensi sikap
  107. Potensi kognitif: potensi ilmu/pengetahuan
  108. Prespektif: pandangan/sudut pandang
  109. Prestise: gengsi
  110. Preventif: pencegahan
  111. Probabilitas: kemungkinan
  112. Produktivitas: daya produksi
  113. Prospek: harapan/kemungkinan
  114. Qualified: memenuhi syarat
  115. Ratifikasi: pengesahan
  116. Recovery: pemulihan
  117. Refleksi: pemikiran suatu hal
  118. Region: wilayah (kata benda)
  119. Regional: kewilayahan (kata sifat)
  120. Regulasi: peraturan
  121. Rekonsiliasi: perdamaian/perukunan kembali
  122. Rekonstruksi: pembangunan kembali
  123. Relasi: hubungan
  124. Renovasi: pembaharuan kembali
  125. Retorika: kepandaian berbicara
  126. Skill: keterampilan
  127. Solidaritas: kesetiakawanan
  128. Soliditas: penguatan/pengukuhan
  129. Spasial: keruangan
  130. Stagnan: mandeg/jalan ditempat
  131. Taklid buta: mengikuti tanpa tahu dalilnya
  132. Teologi: pengetahuan tentang ketuhanan
  133. Titik kulminasi: titik puncak
  134. Titik nadir: titik terendah
  135. Urban: kota
  136. Urgensi: desakan
Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar